RSS

Asal Muasal Bilangan Asli

25 Apr

Bilangan asli merupakan bilangan paling sederhana dibandingkan bilangan-bilangan lain, why ??, karena bilangan ini dipercayai oleh para ilmuwan yang pemikirannya jauh dari kita-kita sebagai bilangan pertama yang dapat dimengerti dan dipelajari oleh umat manusia. Bahkan ilmuwan-ilmuwan ini melanjutkan penelitian untuk memperkuat kepercayaannya ini, dengan menggunakan beberapa jenis kera, dan ternyata beberapa jenis kera (tidak termasuk kera sakti :-D) ini juga bisa menangkap konsep bilangan asli ini.

Lalu seperti apa bilangan asli itu ??. Bilangan asli adalah kumpulan bilangan yang terdiri dari bilangan bulat lebih dari nol {1,2,3,4,5, ….}. Definisi ini dijelaskan oleh matematikawan tradisional yang tetap berlaku hingga jaman sudah modern ini. Dan yang lainnya, orang-orang logikawan dan ilmuwan komputer beranggapan perlu memasukkan angka nol (0) ke dalam bilangan asli versi matematikawan tradisional {0,1,2,3,4,5, …}.

Bilangan asli merupakan bilangan yang paling sederhana dan pertama dipelajari oleh manusia karena bilangan asli telah digunakan nenek moyangnya nenek moyangnya nenek moyang kita (untuk lebih mudahnya disebut manusia purba) untuk menandai benda-benda yang telah mereka hitung dengan suatu bilangan , dan pastinya cara mereka menghitung sama seperti kita, yaitu memulainya dari bilangan satu. Konsep inilah yang dipervayai para ilmuwan sebagai dasar munculnya bilangan asli di dunia.

Penggunaan sistem bilangan untuk melambangkan angka-angka merupakan langkah yang besar yang dilakukan oleh manusia-manusia terdahulu kita, yang menjadi dasar bagi manusia-manusia generasi selanjutnya termasuk kita dalam perhitungan dalam jumlah yang besar. Sistem bilangan ini adalah penyebutan bilangan sesuai pada tempatnya, sebagai contohnya angka 132 (dibaca: “seratus tiga puluh dua”) yang artinya bilangan 1 untuk ratusan, 3 untuk puluhan dan 2 pada satuan. Sistem bilangan ini dipopulerkan oleh bangsa Babylonia dan orang-orang Mesir kuno pada sekitar 1500 tahun sebelum masehi.

Selanjutnya, pada 700 tahun sebelum masehi, orang Babylonia lagi lagi melakukan kemajuan yang pesat dalam konsep bilangan, yaitu mengenalkan angka nol (0) sebagai bilangan dengan lambangnya sendiri. Namun orang orang Babylonia tetap tidak menggunakan angka nol, jika angka nol tersebut bertempat di akhir bilangan. Untuk pengembangan lebih lanjut, orang India juga ikut andil dalam sejarah angka nol ini, tepatnya oleh orang-orang India Brahmagupta yang mengenalkan konsep angka nol pada masa modern. Coba kalian pikir, cuman pengen nulis angka nol aja, nunggunya lama banget, susah juga lagi, hmmmmmm.

Ribuan tahun selanjutnya, orang berpandangan berbeda-beda akan bilangan asli ini. Tepatnya pada abad ke-19, para logikawan mengembangkan definisi bilangan asli dengan dasar menggunakan teori himpunan. Dengan definisi ini, mereka berpikiran bahwa akan lebih mudah jika memasukkan nol ke dalam bilangan asli, karena hubungannya dengan himpunan kosong, yaitu himpunan yang tidak memiliki anggota, bukan himpunan nol lho !!!. Nah, konsep ini juga didukung oleh ilmuwan-ilmuwan komputer, karena mereka juga berpandangan lebih mudah jika angka nol digunakan, karena hubungannya dalam ilmu komputer. Tetapi bagi matematikawan murni, mereka tetap memandang bahwa bilangan asli itu dimulainya dari satu, bukan dari nol, dan mereka tetap menjunjung tinggi teori bilangan yang telah diajarkan oleh kakek moyang mereka.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 25, 2011 in Yusuf Kertanegara

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: