RSS

5 Star Presentation

13 Feb

 

1.      Mengapa presentasi itu penting ?

Manusia selama hidupnya selalu berinteraksi dengan orang lain. Dalam interaksi tersebut, kegiatan yang paling sering dilakukan adalah berkomunikasi. Dengan begitu, keterampilan berkomunikasi adalah salah satu kunci keberhasilan manusia di dalam berinteraksi dengan sesamanya. Presentasi adalah sebuah metode berkomunikasi baik dengan perorangan ataupun dengan sekelompok orang. Keterampilan presentasi dapat membantu seseorang dalam berhubungan dengan orang lain baik secara individu maupun di dalam kelompok, terutama untuk:

  1. menyampaikan ide atau informasi (argumentasi, telling)
  2. meyakinkan (persuasi, motivating)
  3. menjual (selling)
  4. mengajak

Seorang tenaga penjualan harus dapat meyakinkan calon pelanggannya melalui presentasi (prospecting). Seorang mahasiswa harus dapat meyakinkan dosennya tentang proyek yang akan dikerjakan. Seorang karyawan harus dapat meyakinkan atasannya tentang ide produk barunya. Seorang pelatih harus dapat mengajak para pemainnya melakukan suatu strategi pertandingan. Apakah semua itu bisa dilakukan dengan ’diam’? Semua itu harus dilakukan dengan ’bicara’, baik dalam bentuk dialog, pidato ataupun presentasi.

Bagi sebagian orang yang memiliki kecerdasan linguistik dan interpersonal, kegiatan presentasi mungkin sangat menyenangkan dan mudah. Akan sangat berbeda bagi mereka kecerdasan linguistik dan interpersonalnya rendah. Mereka seringkali kesulitan menyusun kata-kata yang runtut dan dapat dimengerti dan merasa tidak nyaman berada di kerumunan orang yang mendengarkannya. Namun, itu bukan berarti bahwa mereka tidak akan mampu melakukan presentasi yang baik.

Sama seperti seorang bayi, tidak bisa mereka lahir dan langsung berjalan. Mereka harus melalui fase-fase persiapan, mengalami jatuh, mengalami benjol-benjol, dan sebagainya, untuk pada akhirnya mereka bisa berlari. Begitu pun dengan keterampilan presentasi. Tidak ada penjual yang tiba-tiba bisa menjual dengan baik. Tidak ada guru yang tiba-tiba bisa mengajar di depan kelas. Mereka semua melalui suatu proses persiapan yang cukup. Karena itu, latihlah keterampilan presentasi anda terus menerus. Tak apa bila melakukan kesalahan di dalam presentasi. Tapi lalu perbaikilah. Seperti kata-kata paman Bruce Wayne (dalam film Batman Return): ’Kenapa Tuhan membiarkan seseorang jatuh? Agar ia bisa BELAJAR untuk BERDIRI.’

2.      Apa yang Harus Dilatih?

Agar terampil dalam presentasi, ada hal-hal yang perlu Anda latih, di antaranya:

a.      Bangkitkan rasa percaya diri.

Ada enam cara mengembangkan kepercayaan diri (dari buku Secret of Power Presentation oleh Peter Urs Bender)

  1. Saat anda diperkenalkan, tersenyumlah dan pandanglah sekilas semua hadirin dan kemudian kepada orang yang memperkenalkan anda. Jangan menunduk malu. Berbanggalah!
  2. Mulailah dengan perlahan-lahan, dengan punggung dan dagu tegak.
  3. Bukalah presentasi dengan secara sungguh-sungguh mengatakan: ’Saya berbahagia berada di sini…’, ’Saya bergembira untuk menyampaikan presentasi ini’.
  4. Beri sugesti kepada pikiran anda, ’Yang saya sampaikan ini bermanfaat untuk pendengar, dan tidak ada yang lebih tahu dari pada saya.’
  5. Berpakaianlah yang akan membuat anda percaya diri.
  6. Hiasi wajah anda dengan senyum. Bila degup jantung anda menjadi cepat, tarik nafas dalam-dalam dan tegakkan punggung. Karena itu, usahakan posisi notebook atau bahan presentasi anda tidak membuat anda membungkuk.

b.      Keterampilan berbicara

Latihlah keterampilan berbicara anda. Atur intonasi dan irama bicara anda. Pendengar yang berbicaranya perlahan, berharap mendengarkan perlahan-lahan. Pendengar yang bicaranya cepat, berharap mendengarkan percakapan yang cepat. Anda harus menguasi kecepatan bicara anda.

c.        Menyusun kalimat

Ada baiknya anda gunakan mind map untuk membuat susunan presentasi. Dengan menggunakan mind map, otak anda akan dilatih untuk menyusun asosiasi yang teratur dan sistematis. Sebagian audian mengharapkan anda menggunakan kalimat visual (misalnya: saya melihat, saya berpandangan, dll), dan sebagian lagi mengharapkan anda menggunakan kalimat auditif (misalnya: saya dengar). Manfaatkanlah sub modalitas (visual, auditif, kinestetik) dari pendengar itu untuk menarik perhatian mereka.

d.      Menatap audien

Menatap audien menunjukkan empati dan perhatian kita kepada pendengar sehingga akan membuat pendengar merasa penting dan merasa nyaman mendengarkan anda. Tidak semua orang mampu dengan mudah menatap lawan bicaranya. Latihlah bersama kawan anda, dengan cara saling tatap, 5 menit per hari selama seminggu.

e.       Fisik

Seorang presenter haruslah memiliki fisik yang prima. Anda tidak ingin, bukan, ketika sedang presentasi tiba-tiba pingsan? Untuk itu, latihlah dan persiapkan fisik anda. Yang harus dilatih di antaranya adalah latihan pernafasan, latihan tersenyum (agar senyummu tidak kecut ketika mendapat serangan yang tidak menyenangkan), dan latihan postur. Untuk mereka yang pernah berlatih teater, sikap tubuh ketika presentasi dapat dikelola dengan baik.

3.      Persiapan

Walaupun anda sudah terampil presentasi, persiapan presentasi tetaplah diperlukan. Beberapa persiapan di antaranya:

a.      Persiapan Materi Presentasi

Anda dapat mempersiapkan materi presentasi menggunakan teknik mind mapping baik dalam bentuk kronologis, sekuensial, kategoris, kontradiksi, ataupun ruang lingkup pembicaraan.

Pilihlah sebuah judul yang akan ’memancing perhatian’ pendengar, dengan begitu mereka akan ’mendengarkan’ presentasi anda.

Pilihlah layout halaman presentasi anda dengan warna-warna cerah dan lembut, tidak perlu terlalu ramai dengan warna.

Gunakanlah hanya kata kunci atau pointers, tidak perlu kalimat panjang. Kalau anda takut lupa, simpan kalimat panjangnya di dalam catatan saja.

Gambar bicara seribu makna. Gunakan gambar, grafik, tabel, dan visualisasi lainnya bila mungkin.

Atur jumlah halaman presentasi anda agar tidak terlalu banyak dan tidak terlalu lama berada pada sebuah halaman.

b.      Mengenali calon pendengar

Ketika anda diminta presentasi, biasanya anda diberi tahu siapa saja calon pendengarnya. Pelajarilah preferensi (minat, bidang keahlian, afiliasi, hobi, warna kesukaan, dll) mereka. Itu dapat berguna dalam menyusun kalimat dan warna halaman presentasi.

c.       Berlatih

Sebelum presentasi sebenarnya dimulai, berlatihlah. Bila waktu sangat mendesak, anda dapat berlatih di dalam pikiran anda. Visualisasikanlah kegiatan presentasi anda dalam pikiran anda seolah-olah anda sedang benar-benar presentasi.

4.      Pelaksanaan

Ketika saatnya siap untuk presentasi, mulailah dengan percaya diri. Berdoalah sebelumnya, dan tersenyumlah.

  1. Pembukaan

Bagian ini adalah bagian paling penting dari keseluruhan presentasi anda. Di bagian ini, anda harus dapat menarik perhatian pendengar agar bersedia mendengarkan presentasi anda. Untuk itu, bila perlu hindarilah hal-hal berbau formal, seperti ’Terima kasih saya ucapkan kepada…atas kesempatannya…’.

Les Giblin dalam Skill with People menyatakan bahwa topik paling menarik yang ingin didengarkan orang adalah tentang ’dirinya’. Untuk itu, ketika memulai presentasi, hindarilah kata-kata ’saya’, ’kami’, dan beralihlah kepada kata-kata ’anda’,’kalian’,’bapak’,’ibu’. Contoh:

–          Bagaimana seandainya bapak atau ibu …..?

–          Apakah bapak atau ibu pernah mendengar tentang ….?

Untuk menarik perhatian pendengar, anda pun dapat menggunakan kutipan (quote), menampilkan suatu statistik yang mengejutkan (misalnya: ’Tahukah bapak, bahwa tembakau itu mengandung 5% pestisida?’), atau menampilkan suatu spot kejadian yang menarik, humor, dan sebagainya.

Intinya, pembukaan anda harus dapat membuat pendengar memperhatikan anda.

  1. Mengelola Waktu

Presentasi anda tentunya dibatasi oleh waktu. Untuk itu, aturlah waktunya sedemikian sehingga sebagian besar waktu anda berada pada bagian yang menjadi pokok gagasan anda. Jangan terlalu lama berada di sebuah halaman presentasi.

  1. Melibatkan pendengar

Berusahalah melibatkan pendengar dengan mengajaknya masuk ke dalam presentasi anda, misalnya dengan memancing komentar atau pertanyaan.

  1. Penutupan

Tutuplah presentasi anda dengan rangkuman yang singkat, dan sampaikan kembali tujuan anda dan apa yang diharapkan dari pendengar.

5.      Menjawab Pertanyaan

Seringkali sebuah presentasi ditutup dengan sesi tanya jawab. Perhatikanlah hal-hal di bawah ini di kala menjawab pertanyaan:

    1. Jadilah pendengar yang baik

Seorang pendengar yang baik tidak akan memikirkan jawaban apa yang akan diberikannya saat si penanya bertanya. Ia akan memikirkan jawabannya setelah pertanyaan selesai. Untuk menutupi selang waktu berfikir, ucapkan terima kasih, dan nyatakan betapa pertanyaan tersebut sangat bermanfaat dan menjadi masukkan yang berharga. Hindari mengatakan: tapi.

    1. Gunakan bahasa penanya

Terkadang referensi bahasa antara presenter dengan penanya berbeda. Samakan dahulu referensinya, lalu gunakan bahasa yang digunakan oleh penanya untuk menjawabnya. Bila menggunakan bahasa visual, jawablah dengan bahasa visual. Bila ia menggunakan bahasa auditif, jawablah dengan bahasa auditif.

    1. Jangan Menyerang atau Mengkritik Penanya

Sangat tidak bijak untuk menempatkan penanya pada sudut yang membuatnya tidak nyaman. Ingat kembali slogan: I am OK, YOU are OK.

    1. Kalaupun akan Berkelit, Berkelitlah yang Santun

Kadang pertanyaan begitu sulit sehingga anda merasa kesulitan menjawabnya. Alih-alih memberikan jawaban yang melantur (akan nampak dari mata anda yang kosong dan menatap ke kanan), akuilah bahwa pertanyaan itu sulit. Lalu berikanlah sudut pandang anda terhadap pertanyaan tersebut. Misalkan: ’Menurut pandangan saya, pertanyaan bapak mengarah kepada ….. Bila benar demikian, pendapat saya adalah….’.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 13, 2012 in Dunia Lain

 

Tag: , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: