RSS

7 Perilaku – Steve Convey

13 Feb

Covey menuliskan bahwa manusia terbagi ke dalam 2 golongan besar, yaitu manusia reaktif dan manusia proaktif. Yang membedakan satu dengan yang lainnya adalah:

Manuasia Reaktif Manusia Proaktif
Merasa dirinya menjadi korban Merasa bahwa hidupnya adalah tanggung jawabnya sendiri
Mencari ‘kambing hitam’ Mencari solusi
Mengeluh Meningkatkan prestasi
Aku memang seperti itu Seharusnya aku bisa lebih baik dari itu
Aku tidak bisa berbuat apa-apa Yuk kita pelajari kemungkinan-kemungkinannya
Melihat bebatuan di padang rumput Melihat rumput di tengah bebatuan
Tidak punya rencana dan selalu berada di dalam rencana orang lain Memiliki rencana terhadap hidupnya sendiri

Kebiasaan 1: Proaktif

Proaktif adalah kebiasaan pertama yang harus anda miliki. Hanya dengan memiliki kebiasaan inilah, keenam kebiasaan lainnya dapat anda kuasai. Aplikasi kebiasaan ini di kampus adalah: mahasiswa bertanggung jawab untuk menyelesaikan semua tugas yang dibuat untuk perkuliahan pada waktunya, seperti membaca, menulis, ujian, mengerjakan proyek, mencatat, dan lain-lain, walaupun mahasiswa tersebut berhalangan hadir di perkuliahan. Setiap mahasiswa berhak atas nilai dan kelulusannya, dan itu bukan sesuatu hadiah gratis.

Kebiasaan 2: Mulailah dari Tujuan Akhir, dan Mulailah Mengingat-Ingat Tujuan Akhirmu

Setelah anda mampu bersikap proaktif, mulailah berfikir tentang tujuanmu. Tariklah sebuah tujuan di masa depan. Bayangkanlah anda berada pada suatu ruangan, kemudian dari kejauhan anda melihat seseorang mendatangi anda. Tak berapa lama kemudian, anda menyadari bahwa yang datang itu adalah diri anda di masa datang. Bayangkan dalam benak anda, apa yang ingin anda lihat dari diri anda di masa depan? Apa yang ingin anda dengar dari teman-teman anda tentang anda setelah lulus nanti? 3 tahun dari sekarang? 5 tahun dari sekarang? 10 tahun dari sekarang? Tuliskanlah, dan pajanglah di tempat yang anda mudah melihatnya. Mimpikanlah, lamunkanlah, bayangkanlah, dan jadikan itu menjadi gairah yang memberimu semangat.

Kebiasaan 3: Dahulukan yang Utama

Begitu anda menemukan tujuan hidupmu, mulailah menetapkan prioritas, apa yang penting dalam mencapai tujuan itu. Ada orang yang terbiasa menunda-nunda pekerjaan dan pada saatnya ia berada pada kondisi tertekan dan stress. Berapa banyak dari mahasiswa yang berfikir dan bertindak bahwa belajar dan mengerjakan tugas itu menjelang ujian saja? Kalau kalian berada pada kondisi itu, berhati-hatilah, karena kondisi itu akan mendorong kalian ke dalam stress, dan stress tidak baik bagi kesehatan dan masa depanmu. Untuk itu, RENCANAKANLAH HIDUPMU dan BERKOMITMENLAH TERHADAP RENCANAMU.

Alih-alih menganut faham Sistem Kebut Semalam (yang menjadi kebiasaan mahasiswa yang tidak efektif), mulailah rencanakan waktu anda untuk mencicil penguasaan perkuliahan dan mencicil mengerjakan tugas-tugas.

Untuk dapat mendahulukan yang utama, setiap kali anda dihadapkan pada suatu pilihan (atau godaan), perhatikanlah hal-hal berikut:

  1. Apakah pilihan itu akan mengantarkan saya kepada tujuan saya?
  2. Apakah pilihan itu cukup berharga atau penting untuk saya lakukan?
  3. Kerugian apa yang akan saya derita di masa depan bila pilihan itu tidak saya ambil atau saya ambil?

Ingat selalu, bukan seberapa banyak yang kita bisa lakukan dalam satu waktu, melainkan apakah yang kita lakukan itu akan mengantar kita menuju misi yang dicita-citakan!

Kebiasaan 4: Berfikirlah Menang-Menang

Anda tidak dapat hidup sendirian di dunia ini. Tidak ada manusia yang hebat sendirian. Begitupun anda. Untuk mencapai tujuan anda, anda akan berusaha sangat keras bila itu anda lakukan sendiri. Anda bisa menggunakan bantuan orang lain untuk mencapai tujuan itu. Itulah kunci perubahan dari SAYA menjadi KAMI.

Berfikir Menang-Menang berarti menempatkan orang lain sejajar dengan kita, dengan peran dan fungsinya masing-masing. Ia juga berarti menghormati orang lain dan berfikir I am OK, You are OK. Berfikir Menang-Menang berarti keluar dari kebiasaan mencela, menyalahkan, mengkritik, dan mulai masuk kepada kebiasaan saling membantu dan saling menyokong.

Melalui kebiasaan ini, jadilah mahasiswa yang mampu menempatkan diri di dalam tim dan menang melalui tim.

Kebiasaan 5: Berusahalah Memahami Lebih Dahulu, Baru Difahami

Setelah anda mampu menempatkan diri sama dengan orang lain, jadilah pendengar yang baik dan tulus. Pendengar yang baik adalah mereka yang ’tidak memikirkan jawaban selagi lawan bicaranya bicara’. Pendengar yang baik akan mencoba menempatkan dirinya dalam posisi si pembicara.

Kebiasaan 6: Bangunkan sinergi atau kerja sama

Untuk mencapai hasil lebih baik, bangunlah kerja sama. Bergabunglah dan bergaullah dengan kelompok-kelompok orang yang akan membikin anda hebat di kemudian hari.

Kebiasaan 7: Sharpen The Saw

Lihat kembali kebiasaan-kebiasaanmu yang telah berusaha kamu perbaiki. Lalu perbaikilah lagi agar semakin baik dan jadikan itu sebagai gaya hidupmu dan gaya hidup kelompokmu.

Penutup: Bangun Komitmen

Kuasai ketujuh kebiasaan itu lalu ajarkan kepada yang lain. Ketika anda mengajarkan seven habits ini kepada yang lain, maka komitmen anda untuk melaksanakan seven habits ini akan semakin membesar.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 13, 2012 in Dunia Lain

 

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: